Cara Menangani Hama dan Penyakit Tanaman Cengkeh

Post On: December 14, 2013
By: usahabudidaya

bibit tanaman cengkeh

Tanaman Perkebunan Cengkeh juga sangat rentang pada serangan hama dan Patogen / sumber penyakit.  Serangan tersebut dapat mengakibatkan tanaman cengkeh mengalami sulit tumbuh dan bisa juga  mengakibatkan tanaman mati. Kunci sukses dalam budidaya tanaman cengkeh juga dapat dilihat dalam penanganan hama.

Hama Pada Tanaman Cengkeh

  • Hama Pengerat Batang

Jenis-jenis hama pengerat batang antara lain Nothopeus hemipterus, Oliu, dan Nothopeus fasciatipennis biasanya menyerang batang bawah pada tanaman cengkeh umur  4- 8 tahun. Ciri-ciri : terdapat lubang yang mengeluarkan air kotoran, didalam batang ulat tersebut meletakan telur, dan ketika menetas akan merusak kulit sampai ke batang kayu.

Cara mengatasinya anda harus membersihkan telur-telur tersebut lalu menutup rapat lubang dengan kapas yangsudah diberi insektisida untuk mematikan larva-larvanya.

  • Hama Kutu Daun

Kutu daun ini menyerang pada daun yang masih muda (pucuk daun).  Kutu ini biasanya melekat pada tangkai daun dan ranting. Jika didiamkan akan menimbulkan penyakit jelaga dimana daun terlapisi lapisan hitam yang dapat menggangu proses asimilasi daun.

Untuk menangani kutu daun bisa dengan menyemprotkan endrin 1% atau dengan medol 0,5%

  • Hama Rayap

Rayap kerap menyerang akar tanaman cengkeh yang masih muda. Untuk menangani rayap bisa menggunakan insektissida

Penyakit Tanaman Cengkeh

  • Penyakit Daun pada cengkeh

Penyakit yang sering menyerang daun antara lain : cendawan Glorosporium piperatum dan Cylindrocladium quinqeseptatum. Penyakit ini banyak ditemukan ketika persemaian dan pertanaman, pada tempat-tempat yang terlampau gelap. Ciri-ciri terdapat bercak kuning kecoklatan pada daun untuk kasus cendawan Glorosporium piperatum. Sedangkan Cylindrocladium quinqeseptatum biasanya ditandai bercak-bercak merah atau merah kecoklatan yang dibagian tengahnya berwarna putih.

Untuk mengatasi dapat disemprot dengan  Koperoxy-chloride 0,5%

  • Penyakit ganggang pada tanaman cengkeh

Penyakit ganggang biasanya disebabkan oleh Chepaleuros mucodera, gejala awal terdapat bercak merah pada daun dan pada tengah-tengah terdapat bintik-bintik kuning, lama kelamaan daun akan rontok  dan menimbulkan semacam mati ranting.

Untuk mengatasi bisa dengan menyeprot Koperoxy chloride 0,5%.

  • Mati ranting (Die-back)

Disini berdampak pada sebagian akar akan membusuk atau pengambilan zat-zat hara pada sebagian tanaman terganggu. Penykit ini banyak terjadi pada tanaman yang berumur lima tahun ke atas. Juga dapat disebabkan oleh pengaruh keadaan (fisiologis).

Gejala: daun dari beberapa cabang berubah warna menjadi kuning, layu, kemudian berguguran. Terik sinar matahari menyebabkan cabangnya mati, sehingga sebagan pohon cabangnya gundul.

Pencegahan: (i) memperbaiki drainase, (ii) membuat lubang angin di luar tajuk, (iii) menggemburkan tanah, dan (iv) melakukan pemumpukan sempurna.

  • Mati Bujang

Hal ini terjadi karena keadaan tanah yang tidak cocok atau system drainase yang buruk, Jika mengalami mati bujang, pohon akan mati dari pucuk dan turun kebawah, daun-daun berguguran dan pohon bisa mati.

Pencegahan: saat menanam perlu memilih tanah yang cocok dengan system drainase yang baik. Dilakukan penggemburan tanah dengan cara memebri pupuk organic yang telah matang betul.

  • Mati kekeringan

Mati kering pada tanaman cengkeh biasanya disebabkan dengan cuaca yang terlalu panas dan kekurangan air. Pencegahan bisa dengan member peneduh dan dilakukan penyiraman. Kebutuhan pohon cengkeh umur 8 – 10 tahun memerlukan penyiraman ± 20 liter.

Demikian artikel mengenai Cara Menangani Hama dan Penyakit Tanaman Cengkeh semoga dapat membantu anda dalam mengenal dan menangani hama dan penyakit tanaman cengkeh.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>