Jenis – Jenis Ulat Sutra

Post On: October 17, 2014
By: usahabudidaya

budidaya ulat sutera

Jenis ulat sutera jika dilihat dari sisi siklus hidup dapat dibedakan menjadi 2 jenis, ulat sutra  polyveltine yang berasal dari daerah bermusim tropis dan ulat sutra biveltine yang berasal dari daerah dengan 4 musim. Dari kedua jenis ulat sutra tersebut, kualitas benang sutra yang dihasilkan lebih bagus berasal dari jenis biveltine.

Sedangkan jika dilihat dari ras, ulat sutra bisa dibagi menjadi 4 ras, ras eropa, ras china, ras jepang dan ras tropis.Sedangkan di Indonesia kebanyakan berasal dari silangan antara ras china dan jepang sehingga menghasilkan kain sutra yang banyak memiliki kelebihan daripada ras aslinya.

Dalam budidaya ulat sutra sangat tergantung dengan pakan, satu-satunya pakan untuk ulat sutra adalah daun murbei. Ulat sutra yang memakan daun murbei akan menghasilkan benang sutra dengan kualitas sangat bagus, hal ini karena kandungan nutrisi dalam daun murbei yang sangat baik untuk ulat sutra.

Penyakit yang pernah menyerang ulat sutra adalah penyakit pebrine yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit dan mulut ulat sutera. Disamping menghasilkan benang, ada manfaat lain yang dapat diambil dengan membudidayakan ulat sutera. Pupa atau kokon yang isinya sudah mati mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Pupa ini dapat kita berikan pada ternak piaraan seperti ayam, itik atau babi. Sisa pakan ulat dan kotorannya juga dapat digunakan sebgai pupuk tanaman.

Sampai saat ini budidaya ulat sutra sangat menguntungkan karena permintaan benang sutra sangat tinggi sedangkan produksi serat sutra di Indonesia masih rendah dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih tergantung import. Selain itu budidaya ulat sutra tidak membutuhkan waktu yang lama. Dalam sebulan kokon sudah bisa dipanen dan dapat dijual atau bisa dijual setelah diubah menjadi benang.  Bagaimana apakah anda tertarik untuk budidaya ulat sutra?

3 Fakta unik seputar ulat sutera

1. Berat ulat sutera akan bertambah 10.000 kali sejak ulat sutra ditetaskan.

2. Diperlukan 5500 ulat sutera untuk menghasilkan 1Kg sutera

3. 1 kepompong ulat sutera, apabila helainya dibentangkan maka benang suteranya akan sepanjang 1000 yard.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *