Macam Teknik Budidaya Kroto (Ternak Kroto)

0

Teknik Budidaya Kroto – Kroto, istilah yang satu ini tentu sudah sering Anda dengar. Perlu Anda ketahui bahwa kroto adalah istilah yang digunakan untuk menyebut telur dari sumut rangrang (Oecophylla smaragdina). Istilah kroto sebenarnya berasal dari bahasa Jawa, namun istilah kroto sendiri kini telah digunakan secara nasional. Secara fisik, tampilan kroto sangatlah mirip dengan nasi karena bentuknya yang kecil, lonjong, dan warnanya putih. Kroto yang berukuran besar biasanya akan menjadi ratu semut, sedangkan kroto yang halus akan menjadi semut pekerja.

Di Indonesia sendiri, kroto sering dicari oleh para penggemar burung kicau karena kroto merupakan salah satu jenis pakan yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga sangatlah baik bagi burung kicau. Kepopuleran kroto sebagai pakan burung membuat jumlah permintaan terhadap kroto di pasaran selalu tinggi yang mana tentu saja bisa menjadi suatu peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Terlebih lagi budidaya kroto tidaklah terlalu sulit dan juga bisa dilakukan pada lahan yang sempit, pada kesempatan kali ini akan kami ulas macam Teknik dalam budidaya kroto.

Cara Praktis Budidaya Kroto

Budidaya Kroto dari Alam

Budidaya Kroto dari Alam - ternak kroto

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah budidaya kroto dari alam, Anda bisa mengambil bibit kroto dari alam bebas dengan menggunakan jaring yang diikatkan pada sebuah galah yang panjang. Anda harus mencari sarang semut rangrang yang biasanya terdapat di pohon yang tinggi, namun Anda harus mencari sarang yang terdapat kroto dan semut rangrangnya untuk dibudidayakan.

Dalam pencarian sarang semut rangrang ini waktu yang paling tepat di musim kemarau. Hal ini karena sarang masih utuh dan di musim kemarau induk kroto memiliki resiko yang lebih rendah terhadap serangan kutu dibandingkan mucim hujan.

Tips Ternak Kroto dari Alam

  • Pemburuan Sarang dilakukan di musim kemarau
  • Gunakan pelindung tanggan untuk menghindari gigitan semut rangrang

Budidaya Bibit Kroto Tanpa Ratu

Budidaya Kroto Tanpa Ratu

Cara kedua yang bisa Anda lakukan adalah budidaya kroto tanpa ratu, perlu diketahui bahwa biasanya kroto dan ratu semut dijual secara terpisah yang mana tentu saja harga ratu semut akan lebih mahal dibandingkan harga krotonya. Sebenarnya cara yang satu ini hampir mirip dengan budidaya kroto dari alam bebas di mana Anda tetap bisa melakukan budidaya kroto meski tanpa ratu.

Tahap ternak kroto tanpa ratu ini sangat cocok untuk pemula Karena saat ini sudah banyak yang menjual bibit kroto. Telur dihasilkan oleh para semut pekerja, dari telur-telur semut ini nanti juga menghasilkan calon semut ratu.

Tips Ternak Kroto Tanpa Ratu

  • Sirkulasi udara harus bagus dan tempat budidaya kroto harus terkena sinar matahari Ketika pagi hari.
  • Pastikan makanan dan minuman semut selalu tersedia
  • Pastikan makanan dan minuman tidak basi

Budidaya Bibit Kroto Dengan Toples

Budidaya Bibit Kroto Dengan Toples - usahabudidaya

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan yaitu budidaya kroto dengan toples, para peternak kroto kebanyakan menggunakan toples sebagai media budidaya yang mana fungsinya sebagai rumah bagi semut rangrang dalam membangun sarang dan bertelur. Beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika melakukan budidaya dengan toples antara lain biayanya murah, media mudah didapatkan, dan juga lebih mudah untuk memanennya.

Untuk lebih jelas tentang Teknik ini bisa baca artikel : Usaha Budidaya Kroto dengan Media Toples

Budidaya Bibit Kroto Dengan Besek

Budidaya Bibit Kroto Dengan Besek
Budidaya Bibit Kroto Dengan Besek

Selain menggunakan toples, ternyata Anda juga bisa melakukan budidaya kroto menggunakan besek. Pada dasarnya budidaya kroto menggunakan besek sama saja dengan budidaya kroto menggunakan toples di mana fungsi besek di sini akan dijadikan sebagai sarang bagi semut rangrang, namun besek akan menyedikakan kelembapan dan suhu yang optimal untuk budidaya kroto.

Budidaya Bibit Kroto Dengan Paralon

Budidaya Bibit Kroto Dengan Toples

Cara yang kelima yakni melakukan budidaya bibit kroto dengan paralon, cara yang satu ini bisa Anda jadikan sebagai alternatif selain menggunakan toples dan besek. Melakukan budidaya kroto menggunakan paralon memiliki beberapa kelebihan di antaranya media mudah didapatkan, daya tampung lebih banyak, selain itu media paralon juga jauh lebih awet jika dibandingkan dengan besek dan toples.

Budidaya kroto menjadi peluang bisnis yang sangat menggiurkan karena usaha ini tidak banyak menyita waktu dan harga jual kroto yang cukup tinggi. Bahkan ada peternak yang berpenghasilan pulihan juta hanya dari ternak kroto saja.

Bagaimana apa Anda tertarik menjadi pembudidaya kroto?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here