Panduan Cara Ternak Burung Lovebird Lengkap

Panduan Cara Ternak Burung Lovebird

Burung lovebird merupakan salah satu jenis burung hias yang banyak dicari. Selain itu dari segi kompetisi juga terbilang unggul. Bahkan banyak kontes burung yang membuat jenis lovebird ini lebih unggul. Maka peluang mendapatkan laba besar pun bisa anda dapatkan jika melakukan ternak lovebird. Jenis burung ini memiliki bulu yang berwarna-warni. Bentuknya yang mungil dengan kicau nyaring membuat banyak pecinta burung menyukainya. Membudidayakannya pun terbilang mudah baik dari segi pakan sampai proses lainnya.

Budidaya lovebird terbilang menguntungkan karena waktunya cukup singkat. Memang diperlukan persiapan khusus dalam membudidayakan burung satu ini. Mulai dari tempat, indukan, sampai perkawinannya. Burung lovebird juga tergolong yang tahan terhadap hama dan berbagai macam gangguan lainnya. Nah, jika penasaran bagaimana panduan cara ternak burung lovebird ini, berikut panduan selengkapnya yang bisa anda coba praktekan di rumah.

Mengenal jenis burung lovebird

Burung lovebird merupakan jenis burung dari spesies genus Agapornis yang berasal dari Afrika. Nama Agapornis berasal dari Bahasa Yunani, “Agape” yang memiliki makna cinta dan “Ornis” yang berarti burung.

Penyebutan nama burung cinta alias lovebird ini karena burung ini memilliki sifat monogami. Jika diamati sepasang burung lovebird akan duduk berdekatan dan terlihat layaknya sepasang kekasih yang saling menyayangi satu sama lainnya.

Cara Ternak Burung Lovebird

  1. Persiapan tempat

Umumnya kandang untuk burung lovebird terbuat dari besi dengan ukuran persegi panjang. Umumnya bentuk kandang tidak bermasalah asalkan burung bisa membentuk sarang sendiri untuk mengerami telur-telurnya. Anda bisa menggunakan glodok yang didesain serupa dengan habitat asli burung. Harganya pun relatif murah dan anda juga bisa membuatnya secara manual.

Oiya untuk model kendang ternak lovebird harus dari material besi karena burung ini memiliki paruh yang kuat untuk merusak kendang dari kayu.

  1. Memilih indukan

Perlu kejelian dalam membedakan lovebird jantan dan betina. Lovebird jantan memiliki posisi kaki lebih rapat ketika bertengger. Ujung sayapnya menyatu seolah membentuk huruf “v”. Tulang pubis pun lebih keras dengan ekor lebih runcing. Begitu pula dengan bentuk paruhnya yang lebih kecil namun runcing. Warna bulu jantan lebih mencolok dibandingkan betina. Sementara burung betina memiliki ujung sayap membentuk huruf “u” dengan paruh lebih lebar dan tulang pubis elastis.

  1. Persiapan perjodohan

Dekatkan indukan jantan dan betina terlebih dulu agar bisa beradaptasi satu sama lain. Anda bisa mencoba menjemur kandang secara bersamaan agar adaptasi lebih cepat. Langkah tersebut sebaiknya tidak dilakukan dalam satu tempat yang sama agar indukan tidak saling berkelahi. Kemudian masukan keduanya di tempat yang sama. Masukan glodok ke dalam kandang serta serpihan kayu dan pasir halus. Umumnya lovebird menghasilan telur 4-5 butir.

  1. Pengeraman

Pengeraman telur dilakukan 22-25 hari. Jika lebih dari 25 hari telur tak kunjung menetas, periksa telur tersebut karena bisa jadi mengalami kegagalan atau tidak pernah menetas. Singkirkan telur yang gagal agar burung bisa kembali bertelur. Upayakan pemberian pakan burung lovebird benar-benar teratur agar burung terjaga nutrisinya. Lingkungan tenang akan membuat proses pengeraman lebih cepat dan meminimalisir risiko gagal menetas.

  1. Pemberian pakan

Makanan burung lovebird adalah biji bunga matahari, millet merah, millet putih, dsb, Biji bunga matahari merupakan pakan paling digemari burung tersebut. Namun jika diberikan secara berlebihan, akan membuat burung mengalami kegemukan. Berikan pakan biji bunga matahari 7-10 biji setiap hari. Namun pakan mesti diberikan secara rutin. Tempat pakan harus selalu bersih agar hama tidak berkembang. Anda bisa memberikan jagung muda dan kangkung sebagai ekstra fooding terutama pada burung yang sedang merawat anaknya. Anda juga bisa memberikan vitamin khusus pada minumannya agar burung memiliki bulu yang terawat dan bebas hama.

Potensi usaha ternak lovebird cukup menjanjikan untuk kalangan burung kicauan. Meskipun harga burung kicau kadang naik turun, jenis burung ini harganya lebih stabil dibanding dengan jenis burung lainnya.

Demikian beberapa panduan ternak lovebird yang bisa anda coba praktekan di rumah. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here