Panduan Umum Budidaya Cabai Merah

Panduan Umum Budidaya Cabe Merah

Salah satu varietas sayuran paling laris di Indonesia adalah cabai merah. Jenis cabai satu ini memiliki permintaan besar dari segi konsumsi rumahan sampai industri. Kegemaran orang Indonesia mengonsumsi makanan pedas membuat budidaya cabai merah sangat menjanjikan, ditambah lagi iklim Indonesia juga sangat mendukung. Harga cabai merah memang cukup fluktuatif. Meskipun demikian, potensi laba besarnya tidak pernah surut. Budidaya cabai merah pun amat menarik untuk anda coba lakukan.

Mengenal Cabai Merah

Cabai merah atau dalam Bahasa latinnya Capsicum annuum L. termasuk dalam tanaman perdu dengan buah pedas karena memiliki kandungan capsaicin. Selain itu cabai merah juga memilii banyak kandungan gizi dan vitamin. Kandungan didalam cabai antara lain kalori, protein, lemak, kabohidarat, kalsium, vitamin A, B1, dan vitamin C

Panduan Budidaya Cabai Merah

Di lahan terbatas pun anda bisa melakukan upaya tersebut. Penyemaian benih, pengolahan tanah, penanaman, sampai pemeliharaan bisa menjadi panduan umum dalam menanam cabai merah. Bahkan jika ditanam dalam jumlah besar, proses budidaya tetap mudah. Risiko gagal panen yang minim pun menjadi hal lain mengapa cabai merah patut menjadi komoditas untuk dibudidayakan. Berikut ini ulasan lebih lanjut untuk panduan budidaya cabai merah yang bisa anda coba.

  1. Pemilihan benih cabai

Cabai merah terbagi dalam dua jenis. Yakni cabai merah keriting dan besar. Untuk memilih jenis mana yang cocok, anda bisa menentukannya berdasarkan permintaan pasar serta lokasi budidaya anda. Benih untuk dibudiayakan didapat melalui pembenihan mandiri atau membeli benih siap tanam di toko pertanian. Anda bisa memperoleh benih dari sesama petani jika ingin memilih secara langsung benih yang unggul.

Harga benih cabai merah pun sangat beragam, tergatung dengan merek dan jumlah biji. Sedangkan untuk harga bibit cabai siap tanam mulai dari 1.000/bibit.

  1. Penyemaian dan pembibitan

Proses peyemaian dan pembibitan dimulai dengan menyediakan media tanam berupa tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Buat naungan untuk menghindari terik matahari.

Rendam biji cabai dengan air hangat selama 3 jam. Kemudian pilih biji yang tenggelam. Masukan setiap biji ke dalam polybag sedalam 0.5 cm dan tutup dengan kompos. Basahi media tanam agar kelembapannya terjaga. Siram benih secara rutin. Jika sudah berusia 21-24 hari, bibit bisa disemaikan.

Baca Juga : Mengatasi Penyakit Busuk Buah Cabai
Mengatasi Penyakit Daun Keriting pada Tanaman Cabai
Kiat Sukses Budidaya Cabai Rawit

  1. Pengolahan tanah

Tanaman cabai sangat suka dengan tanah gembur dengan porositas yang baik. Bajak tanah sedalam 20-40 cm. Kemudian bersihkan dari sisa akar tanaman lain, gulma, dsb. Buat bedengan setinggi 30-40 cm. Buat juga saluran drainase agar cabai merah tetap tumbuh optimal.

Tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik jika tanah memiliki pH 6-7. Jika tanah terlalu asam, cobalah netralisir dengan dolomit. Campurkan pupuk organik pada setiap bedengan. Bedengan ditutup dengan mulsa jika ingin budidaya intensif.

  1. Penanaman bibit Cabai

Pemindahan bibit dari area penyemaian dilakukan pada usia 3 minggu dan bibit sudah memiliki daun sebanyak 3-4 helai. Penanaman sebaiknya pada pagi dan sore hari agar bibit tidak stress.

Lakukan penanaman serentak agar mudah dipantau. Sobek polybag kemudian masukan bibit cabai beserta media tanamnya ke dalam lubang tanam. Jarak antar media tanam mesti dijaga agar tidak pecah. Siram dengan air secukupnya agar kelembapannya terjaga.

  1. Pemeliharaan dan panen

Penyiraman mesti dilakukan saat musim kering. Gemborkan tanah atau lakukan metode penggenangan ketika proses penyiraman. Penggenangan dilakukan setiap dua minggu sekali.

Pemasangan ajir perlu agar tanaman tetap berdiri tegak. Tancapkan ajir dengan jarak 4 cm dari pangkal batang. Perempelan dilakukan setelah 3 minggu setelah tanam. Pemupukan susulan dilakukan minimal 8 kali sampai panen terakhir. Anda bisa menggunakan 100 ml larutan pupuk yang sudah diencerkan. NPK juga bisa anda tambahkan. Panen bisa dilakukan pada usia tanaman 75-85 hari. lakukan panen 2-5 hari sekali dengan kondisi kematangan yang sesuai permintaan pasar.

Untuk mencegah gagal panen dalam budidaya cabai merah, kita perlu memiliki kemampuan untuk mendeteksi secara cepat dan tepat Ketika tanaman cabai diserang penyakit dan hama. Untuk ham dan penyakit pada tanaman cabai Anda bisa baca di artikel “Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Lengkap

Demikian ulasan mengenai panduan budidaya cabai merah yang bisa anda coba praktekan. Semoga bermanfaat. Salam Budidaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here